Wajib Asuransi bagi seluruh warga Indonesia 2014

>> Saturday, October 17, 2009


Ada kabar baik


Akhirnya, pemerintah mulai selangkah lebih maju dalam memikirkan masa depan rakyatnya dengan melirik asuransi sebagai program wajib untuk warga negaranya. Menko Kesra Aburizal Bakrie (Senin 12/10) menyatakan bahwa pada tahun 2014 sebanyak 230juta rakyat Indonesia harus memiliki perlindungan asuransi. Menurut beliau, hal ini perlu ditegaskan melalui undang-undang yang menyatakan bahwa setiap orang harus mempunyai asuransi.


Pemerintah akan menanggung asuransi bagi rakyat miskin, yang mencakup asuransi kesehatan (Askes), Jaminan Sosial ketenagakerjaan (Jamsostek), Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), dan Asuransi Sosial Tenaga Kerja ASTEK).


Deputi II, Bidang Perumahan dan Kesejahteraan Sosial, Adang Setiana, menambahkan pemerintah managetkan pada 2014 semua warga harus sudah punya asuransi. Namun, karena tidak semua asuransi bagi rakyatnya akan ditanggung pemerintah, maka sedang disiapkan perundang-undangan untuk mengatur kewajiban kepemilikan asuransi bagi setiap warga Indonesia.


Menyikapi hal ini, sepantasnyalah kita menanggapinya sebagai hal yang positif bagi kemajuan pemikiran pemerintah yang mulai memandang masa depan bangsa lebih jauh kedepan. Sebagai warga Negara yang mampu dan memiliki integritas, maka sebaiknya kita mendukung program tersebut dengan mulai memiliki asuransi bagi kita sendiri.


Mulailah merencanakan untuk memiliki program Asuransi dari perusahaan Asuransi kesayangan kita, melalui agen-agen asuransi yang tersebar di seluruh Indonesia. Cermatlah dalam memilih, dengan masa pembayaran yang cukup pendek dan benefit yang sesuai dengan kebutuhan kita.


Semoga menginspirasi.


(Referensi: Republika OnLine)


Read more...

Arti dan kegunaan asuransi

>> Thursday, October 8, 2009

Asuransi jiwa adalah pelimpahan resiko atas kerugian keuangan yang diakibatkan oleh kematian dari tertangung ke pada penangung dengan dibayarkannya sejumlah premium oleh tertangung dengan besaran yang telah disepakati dalam polis.


Pada dasarnya ada 2 asuransi jiwa, yaitu Asuransi jiwa murni, dan Unit Link. Unit Link, menjadi primadona pada era ini dengan berbagai pro dan kontra. Unit Link, adalah asuransi yang digabungnkan dengan investasi (besarnya bunga/pendapatan ditentukan oleh masing-masing perusahaan asuransi dan manager keuangan), sedangakna asuransi murni adalah asuransi yang benar-benar dijamin perusahaan asuransi dan nilainya sudah disepakati di awal pembukaan polis.


Untuk mudahnya, asuransi anggap saja sebagai suatu arisan, dimana terjadi
pengumpulan dana yang dikelola perusahaan2 asuransi (jiwa maupun non jiwa), dimana dana tersebut akan digunakan jika terjadi klaim (kerugian/kematian).

Untuk illustrasi, misal 1000 orang membayar premi pada perusahaan asuransi, dua orang meninggal dalam masa asuransi, maka dua orang tersebut akan mendapat santunan (keluarganya), sisanya tidak mendapat apa2, jika meninggal selelah kontrak asuransinya berakhir.


Asuransi pada dasarnya adalah proteksi. Contoh orang2 yang berkepntingan

mengambil program asuransi adalah salah satunya pencicil KPR. Jika meninggal dalam masa mencicil, maka anak-isrinya tidak ditinggalkan warisan cicilan, melainkan mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar yang direncanakan (misalnya sebesar total cicilan rumah) Asuransi yang diambil sebaiknya adalah term life (berjangka). yang preminya semakin lama semakin menurun mengikuti sisa cicilan rumah. Asuransi ini relatif murah, dan diperbaharui per 5 tahun, atau sesuai sisa masa cicilan rumah. (biasanya untuk usia 33-39 sebesar Rp. 900ribuan/tahun selama 5 tahun, untuk UP atau sisa cicilan rumah sebesar 315 jt. 5 tahun berikutnya (seiring bertambah usia dan pengurangan sisa cicilan, menjadi sekitar 700ribuan pertahun, untuk 5 tahun berikutnya 500 ribuan pertahun. Dengan asumsi mencicil selama 15 tahun.


Untuk pendidikan anak, setelah dana itu diperlukan, maka jumlahnya akan tidak
mencukupi, dikarenakan terjadi inflasi yang terus menerus. Itu jika asuransinyaa dalah asuransi murni, jenis pendidikan anak.


Untuk Unit Link, asuransi digabungkan dengan proteksi, menjanjikan hasil yang
lebih besar dan lebih fleksibel, pembayaran tidak perlu lama-lama, 5 tahun mungkin cukup. namun, jika ingin menghasilkan return yang lebih besar, maka asuransi pendidikan/pensiun Unit Link kurang tepat, sebaiknya asuransi dipisahkan sesuai fungsinya. Untuk return yang tinggi sebaiknya di elemen2 keuangan yang benar2 bertujuan profit, bukan asuransi.


Untuk kesehatan, sebaiknya mengambil jenis asuransi kesehatan tanpa asuransi
jiwa (asuransi kesehatan yang berdiri sendiri). Preminya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan digabung dengan asuransi jiwa.


NAMUN,
ada beberapa sebagian orang yang tidak mau repot dan mau all in, dan memilih
produk unit link, tentu semua terserah pada keinginan klien, namun sebagai agen asuransi searusnya menjelaskan dengan benar dan detail produk yang dijualnya, dan menyarankan program yang benar sesuai kebutuhan, bahkan seandainya pun calon klien tidak jadi membeli, yang jelas agen sudah memberikan penjelasan dan tidak malah menjerumuskan klien, karena ini adalah jangka panjang. Juga pembayaran Unit link tidak usah terlalu lama, 5-8 tahun saja.


Perhatikan juga perkembangan harga unit. Harga unit akan mulai BEP ditahun ke5. Jika kecewa dengan produk Unit Link atau sudah tidak sesuai lagi, maka tutup polis di tahun ke 5, setelah seluruh premi asuransi sekaligus investasi kita sudah sama dengan laporan unit yang kita terima (biasanya setiap 3 bulan).


Semoga menginsiprasi.





Read more...

Bekerja Untuk APA dan SIAPA ?

>> Sunday, June 21, 2009





Seorang teman lama, kini tinggal dan menjadi warga negara Belanda. Kami bertemu lewat Facebook, setelah 15 tahun. Ia menjadi seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak laki-laki yang sangat sehat dan lucu.


Ketika ia mengetahui pekerjaan saya, ia langsung bercerita, bahwa di Belanda sana, setiap anak yang lahir diwajibkan untuk sesegera mungkin diasuransikan, kesehatan maupun pendidikan. Mengapa? Karena biaya kesehatan sangat mahal, dan juga pemerintah Belanda tidak menginginkan generasi mudanya kelak tidak terjamin pendidikan, karena pendidikan yang tepat merupakan dasar terbentuknya suatu negara yang lebih baik, pengurangan pengangguran, dan mengurangi biaya pemerintah untuk menyantuni fakir miskin.


Teman saya yang lain, yang juga tinggal di Belanda, dan telah berkeluarga dan memiliki anak meralat, bahwa anak-anak tidak diwajibkan untuk di Asuransikan di Belanda. Bahkan, anak-anak secara otomatis tidak usah membayar premi asuransi pendidikan dan kesehatan. Semua diberikan secara cuma-cuma, sampai dengan anak-anak berusia 18 tahun. Dan jika mereka memasuki universitas, mereka diberikan uang bulanan .


Well. Sangat bertolak belakang. Namun, Apapun cerita para ibu ini, ada satu sisi positif yang sangat jelas, yaitu bahwa pemerintah Belanda sangat memperhatikan kesehatan dan nasib pendidikan anak-anak bangsa mereka.


------

DI Indonesia, pemerintah belum terlalu memperhatikan masalah ini, mungkin masih terlalu sibuk mengurusi perbaikan ekonomi, harga beras, BBM, dan hal-hal yang bertujuan untuk memulihkan keadaan perekonomian bangsa.



Namun sebenarnya, daya beli masyarakat Indonesia terbilang tinggi, terbukti dengan laris manis produk-produk luar yang masuk ke Indonesia. Masyarakat kita, cenderung agak lebih berminat mengikuti trend pasar yang disodorkan negara-negara lain, dengan berbagai alasan. Terkadang hal yang pokok seperti yang dipikirkan pemeritah Belanda kita lupakan.



Setiap orang wajib bekerja, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pergaulan, komunikasi, berinteraksi dengan banyak orang, rekreasi, dan mengenal hal demi hal yang tentu saja memerlukan cost. Namun terkadang kita kurang menyadari, bahwa diri pribadi kita adalah hal yang paling berharga, yang harus kita jaga dan lindungi dari segala resiko yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan kebutuhan-kebutuhan di atas tidak dapat dinikmati.



Kesehatan, misalnya. jika kita sakit, tentu saja daya kerja kita akan menjadi menurun, bahkan harus mengeluarkan tambahan cost untuk sesuatu yang kita tidak senangi, yaitu biaya pengobatan, yang sepenuhnya harus kita tanggung sendiri. Demikian juga masa depan anak-anak kita, jika kita sudah pensiun dan sudah tidak produktif, maka kita tidak memiliki income untuk memenuhi gaya hidup kita, terlebih jika kita meninggal (tentu semua orang akan mengalaminya), dan jika pada saat itu anak-anak kita masih menempuh pendidikan, maka mereka akan terancam putus sekolah.



Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah untuk menangani masalah ini. Bayangkan, dalam satu hari ada 10 penduduk Indonesia yang meninggal dunia dengan meninggalkan dua orang anak yang masih sekolah, maka kemungkinan ada 20 anak yang terancam putus sekolah dan menjadi pengangguran atau menjalani hidup dengan serba kekurangan. Bayangkan lagi, jika itu terjadi selama sebulan.



Maka, tidaklah rugi untuk mulai memikirkan asuransi kesehatan, pendidikan, dan pensiun, yang tentu akan membantu kehidupan di masa datang, bagi diri sendiri dan anak-anak kita.



Asuransi mahal? Tidak. Mahal itu sangatlah relatif. Katakanlah dengan 5 tahun kita membayar program asuransi (tidak seperti cicilan rumah, kebutuhan akan makanan, kebutuhan akan pendidikan yang continue), maka kita dapat menikmati pensiun, mendapatkan tambahan untuk menyekolahkan anak-anak sampai ke jenjang yang kita inginkan, dan keluarga kita mendapat santunan kapanpun kita meninggal kelak, karena program asuransi biasanya berlaku hampir seumur hidup, sekitar sampai usia kita 88 tahun.



Maka, apapun profesi kita, nelayan, wiraswasta, guru, karyawan, ibu rumah tangga, pedagang, dan lain-lain, baiklah kita mengandalkan diri kita sendiri untuk menjamin kehidupan kita dan keluarga kita di masa mendatang. Tetapkan, apa tujuan kita bekerja, untuk apa, untuk siapa.





=== Inspiring you a better life ===


=============

gambar diambil dari:


http://www.satudunia.net/



http://www.detiknet.com/



http://bulletinmetropolis.com/



http://wiraswasta.net/


Read more...

ASET dan ASURANSI

>> Saturday, May 2, 2009


Kita semua mengetahui bahwa mata uang memiliki nilai. Tetapi, bukan berarti bahwa hanya mata uang sajalah yang memiliki nilai, karena “Aset” pun memiliki nilai. Aset à sesuatu yang memiliki Nilai Ekonomi.




Aset memiliki sifat Tangible (dapat dilihat), dan InTangible (tidak dapat dilihat).




Tangible Aset adalah sesuatu yang dapat kita lihat, seperti seekor sapi, rumah, dan kendaraan untuk usaha, sedangkan In Tangible Aset adalah sesuatu yang tidak dapat kita lihat, seperti kemampuan, bakat, dan pengalaman seseorang. Misalnya seorang keterampilan seorang mekanik, keahlian seorang dokter, dan kepiawaian seorang pengusaha.




Asuransi bertujuan untuk melindungi nilai ekonomis dari aset-aset tersbut, baik tangibe maupun intangible.




TETAPI, aset-aset ini mungkin dapat hancur atau tidak dapat digunakan lagi karena sebuah kecelakaan atau sebuah kejadian yang tidak disengaja. Kecelakaan atau sebuah kejadian yang tidak diinginkan disebut Musibah.




Kebakaran, banjir, gempa bumi, wabah penyakit, kematian, dan lain-lain merupakan contoh musibah.




Kerusakaan atau kehancuran yang mungkin dapat disebabkan olehmusibah-musibah tersebut adalah Resiko yang dimiliki oleh Aset. Resiko à berarti adanya kemungkinan atau ketidakpastian kerugian atau kehancuran yang dialami oleh aset tersebut.




HIDUP MANUSIA merupakan sebuah aset yang dapat mendatangkan pendapatan. Aset ini juga menhadapi resiko seperti kematian, sakit, dan cacat yang disebabkan oleh sebuah kecelakaan. Resiko-resiko tersebut membuat seseorang TIDAK MAMPU memperoleh penghasilan, dan hal ini mengakibatkan pihak-pihak yang bergantung kepadanya (misalnya keluarga) mengalami kesulitan.




ASURANSI JIWA menyediakan perlindungan terhadap resiko-resiko tersebut. Di dunia yang penuh ketidakpastian ini, adakah cara lain untuk melindungi kita dari resiko-resiko tersebut?




Sebenarnya: mekanisme ASURANSI JIWA sangatlah sederhana, yakni: orang-orang yang menghadapi resiko yang sama sepakat untuk mengumpulkan sejumlah dana (premi) untuk disimpan. Lalu, kapanpun diantara mereka atau tanggungan mereka (Keluarga, misalnya) mengalami resiko, maka mereka akan diberikan kompensasi dari dana simpanan tadi.




Asuransi Jiwa adalah sebuah perjanjian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi. Perjanjian tersebut disebut Kontrak Asuransi Jiwa. Dan bentuk fisik kontrak antara pihak penanggung (insurer) dan pihak tertanggung (insured) disebut Polis Asuransi Jiwa.




Melalui perjanjian ini, pihak tertanggung/pemegang polis membayar sejumlah dana secara berkala yang disebut premi kepada pihak lain yang disebut pihak penanggung (Perusahaan Asuransi Jiwa)




Sebaliknya, pihak penanggung (Perusahaan Asuransi Jiwa), setuju untuk membayarkan sejumlah dana atau menyediakan jasa bila kejadian-kejadian yang di-cover (kecelakaan, sakit, atau kematian) muncul selama masa berlakunya polis.




Orang yang masih hidup dan sehat adalah objek polis asuransi jiwa, yang disebut pihak tertanggung (insured). Untuk produk tertentu, pihak penanggung sekaligus juga pihak penerima/ahli waris (beneficiary).




Untuk polis asuransi jiwa, pihak yang akan menerima pembayaran dari kematian pihak tertanggung adalah pihak penerima (ahli waris) yang ditentukan sendiri oleh pihak tertanggung.




Selamat berasuransi.


(referensi : pelatihan sertifikasi keagenan asuransi jiwa produk unit link)

Read more...

LANGKAH CERDIK : Usia 25 – 35 tahun

>> Saturday, January 31, 2009


Setiap resesi memang terasa tidak menyenangkan, dan mustahil mengatakan akan seperti apa perkembangan resesi kali ini. Kemungkinan yang paling mengerikan adalah kita semua akan mengalami kesengsaraan, tapi tanpa merasakan hasilnya.


 


Kita berada dalam fase akumulasi di usia ini. Mulai  menabung sekarang ini adalah masa yang tepat untuk kita. Yang terpenting adalah jumlah yang bisa kita tabung – dan mengembangkan kebiasaan pengelolaan uang yang baik akan berbuah di masa depan.


 


Targetkan untuk menyisihkan 20% penghasilan kita.


 


Pertama

 


Fokus pada pelunasan hutang, khususnya kartu kredit dengan dengan tingkat bunga yang tinggi. Jika mungkin, kita dapat meminta kreditur untuk memotong tingkat bunga kartu. Dalam kondisi seperti ini, kemungkinan kreditur lebih bersedia mendengar.


 


Kedua

 


Berinvestasi dalam asuransi unit-link, khususnya sekarang, ketika harga rendah. Dengan prospek kita yang masih panjang, kita akan mendapat untung dari kinerja jangka panjang bursa saham. Selain itu, kita memiliki proteksi berupa uang pertanggungan dari perusahaan  asuransi sebagai pengambil alih resiko jiwa kita.


 


Ketiga

 

Jika kita khawatir akan terkena PHK, kita dapat membuat dana darurat untuk setahun, atau jika tidak, kita dapat membuat persediaan dana tunai untuk enam bulan. Kita dapat membuka rekening tabungan yang terpisah untuk dana pensiun, pendidikan anak, dan atau mungkin untuk rumah pertama


 


Jika memungkinkan, kita dapat memaksimalkan tabungan pensiun. Kekacauan financial saat ini, menurut banyak penasihat, adalah peluang beli yang terjadi seumur hidup. Instrumen Investasi Unit-Link yang dimiliki perusahaan-perusahaan Asuransi di Indonesia memungkinkan kita untuk merencanakan pensiun kita dengan cara yang lebih mudah bagi kita yang tidak mau dipusingkan oleh masalah harga saham. Perusahaan asuransi akan mengalokasikan dana kita ke pasar-pasar yang direkomendasikan.


 


Untuk mencapai hasil yang maksimal kita dapat memilih profil investasi yang bersifat lebih  agresif, untuk kemudian diubah menjelang masa pensiun ke profil yang lebih moderat.


 

 


Dan yang terpenting sekarang adalah mulai merencanakan konsep untuk mengantisipasi krisis berkepanjangan, lalu merealisasikannya sesegera mungkin.




Read more...

Masih ada Peluang Investasi di tengah krisis global

>> Monday, January 19, 2009

Gejolak perekonomian dunia sekarang sangat menarik perhatian seluruh dunia, baik kalangan pebisnis maupun orang awam. Banyak dari kita yang kemudian merasa ragu dan takut untuk melakukan investasi.



Tidak dapat dipungkiri bahwa situasi perekonomian global akhir-akhir ini penuh dengan ketidakpastian. Berawal dari krisis subprime mortgage yang dimulai pada awal 2007, dampaknya tidak hanya dirasakan pada institusi keuangan raksasa di Amrik, tetapi juga oleh banyak Investor di Indonesia.



Menurut pakar ekonomi Faisal Basri di dalam seminarnya tentang “Ekonomi Pasar Sosial dan Krisis Ekonomi Global”, dalam keadaan krisis begini, tetap harus melakukan investasi, pada intinya, sebagai usaha bersama untuk mencapai masa depan perekonomian yang lebih baik. Namun itupun harus sesuai dengan karakter si Investor, instrumen investasi, dan lingkungan pasar.


Lalu, bagaimana langkah kita untuk menjadi investor untuk menghadapi masa krisis?



Bagi kita yang masih awam akan dunia investasi, ada beberapa tips untuk melakukan investasi di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini. Yaitu, kenali terlebih dahulu bagaimana profil resiko kita. Secara umum, ada 3 jenis profil resiko, yaitu Agresif, Moderat, dan konservatif.


  • Agresif. Tipe Investor ini menyukai pertumbuhan portofolio yang agresif, dan tidak terlalu khawatir terhadap fluktuasi jangka pendek/menengah. Tipe ini cocok untuk berinvestasi di pasar saham.
  • Moderat, berkarakterisitk lebih condong pada pertumbuhan portofolio yang stabil. Untuk karakter ini lebih cocok berinvestasi dalam instrument pendapatan tetap, baru sisanya pada saham.
  • Konservatif adalah tipe investor yang lebih mengutamakan pengembalian nilai investasi secara rutin tanpa ada fluktuasi pasar, dan menerima nilai investasi mereka dengan pasti walau kelak nilai investasi mereka akan mengalami penurunan.


Secara khusus, ada tambahan lain penentiuan profil investasi yang lebih spesifik, yaitu Ekstra-Agresif, Ekstra-Dinamik, Esktra-Prima, dan Ekstra-Progresif.



Profil resiko pada umumnya dapat ditentukan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan pilihan yang disediakan.


Setelah mengetahui profik resiko kita, masih ada lagi hal-hal yang perlu diperhatikan oleh setiap investor di masa-masa yang tak menentu ini, 3 hal, yaitu melakukan investasi jangka panjang, diversifikasi, dan mencicil.


Investasi jangka panjang


Dalam jangka pendek, 1-5 tahun misalnya, pergerakkan nilai investasi terutama di pasar saham bisa saja sewaktu-waktu menurun. Namun dalam jangka panjang, missal 7 tahun atau lebih, pergerakkan nilai investasi cenderung mngikuti pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi. Maka dari itu, jika kondisi market tiba-tiba drop, investor dianjurkan untuk tetap tenang.


Diversifikasi


Setiap investor, selain harus mengetahui profil resiko yang dimiliki, juga harus melakukan diversifikasi investasi, seperti kata pepatah, “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”.


Contoh, jika kita memiliki profil resiko agresif, maka kita perlu menyebar investasi di berbagai macam saham. Cara termudah adalah dengan membeli produk Unit-Link, dimana manajer investasi akan secara otomatis menginvestasikan dana kita di berbagai macam saham di sejumlah sektor untuk menyebar resiko investasi sehingga nilai investasi tidak turun secara signifikan bila terjadi gejolak di salah satu sektor.


Mencicil


Yang dimaksud dengan mencicil adalah berinvestasi tidak secara langsung dengan modal besar, melainkan secara pertahun, persemester, pertigabulan atau bahkan perbulan. Keuntungan sistem mencicil (Rupiah Cost Averaging) dalam keadaan pasar yang tidak menentu ini adalah kita dapat memanfaatkan keadaan pasar yang sedang turun untuk tetap berdisiplin membeli unit investasi di tingkat harga yang lebih murah. Dengan demikian, pada saat pasar membaik kembali, kita akan mendapat keuntungan tambahan, yaitu mengeluarkan modal yang relatif kecil, namun mendapatkan keuntungan yang prosentasenya sama dengan investasi besar, dan kerugian yang lebih sedikit jika kondisi pasar menurun



Bagaimana cara yang lebih mudah untuk berinvestasi, mengingat begitu banyak instrument investasi yang harus selalu diawasi perkembangannya, jika kita sudah cukup sibuk dengan pekerjaan sehari-hari?



Ada produk khusus, yaitu Unit-Link yang fitur-fiturnya sesuai dengan kriteria yang disebutkan tadi. Unit-Link adalah program gabungan antara Asuransi dan Investasi, dimana dengan berasuransi, kita juga melakukan investasi yang kelak hasil investasinya dapat kita pergunakan sesuai dengan rencana kita, dan serta kita memiliki proteksi terhadap investasi kita dan diri kita sendiri, agar hasil investasi kita dapat lebih maksimal untuk kita dan keluarga kita.


Sun Life financial Indonesia, selain memiliki asuransi murni, juga memiliki produk Unit-Link yang terbukti sangat digemari masyarakat.


Apa keunggulan Produk Unit-Link PT Sun Life Financial Indonesia?


Program Unit-Link PT Sun Life Financial Indonesia dikenal dengan nama “Brillance”, memungkinkan nasabah memilih profil Investasi yang lebih banyak, yaitu ada 7 (Tujuh) profil resiko investasi.


Premi Brilliance terbagi akan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu premi Asuransi Berkala dan Premi Investasi berkala. Premi asuransi berkala pada tahun pertama akan dialokasilan 95% untuk uang pertanggungan, dan premi Asuransi tahun berikutnya hanya 5% untuk uang pertanggungan, kelebihannya dialokasikan pada Premi Investasi berkala. Dengan demikian, premi Investasi di tahun ke-2 dan seterusnya akan mengalami kenaikkan (tanpa merubah total premi pertahun yang rencananya dibayarkan, sehingga hasil investasi akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk Unit-Link lainnya.


Apakah PT Sun Life Financial Indonesia merupakan anak perusahaan Sun Life and co. di Kanada?


PT Sun Life Financial Indonesia merupakan anak perusahaan Sun Life & co di Kanada, namun keduanya adalah badan hokum yang terpisah. Sun Life Kanada hanya sebagai pemegang saham PT Sun Life Financial Indonesia. Sebagai pemegang saham, Sun Life & co Kanada perlu menambah modal PT Sun Life Financial Indonesia jika diperlukan. Namun, karena PT Sun Life Financial Indonesia berada di bawah naungan DEPKEU RI, maka Sun Life & co Canada tidak berhak mencabut asset-aset yang sudah diberikan kepada PT Sun Life Financial Indonesia tanpa seijin DEPKEU RI.



Berapa dana yang kita butuhkan untuk mulai melakukan Investasi?



Program Brilliance membuka kesempatan bagi kita untuk berinvestasi dengan modal yang sangat kecil yaitu Rp.1.500.000,- pertahun, dengan masa mencicil minimal adalah 2 tahun. Tentu saja, jumlah premi dan masa mencicil akan mempengaruhi hasil investasi kita. Jika kita belum memiliki Unit-Link, tunggu apa lagi?

Selamat berinvestasi.

Read more...

Tanggapan kurang positif terhadap Asuransi Jiwa

>> Monday, December 29, 2008

Dari beberapa blog, posting, forum, dan diskusi di internet, saya menemukan beberapa hal seputar pandangan mengenai asuransi. Blog, posting, forum dan diskusi tersebut berada di seputar kita, di Indonesia, yang dikemukakan oleh orang-orang Indonesia, calon penerus bangsa kelak.

Beberapa tanggapan mengenai asuransi yang mereka kemukakan:
  1. Sudah punya asuransi, tapi kok saya sehat terus, jadi nggak berguna dong, asuransinya...
  2. Nggak percaya, bro..., asuransi? Nggak deh!
  3. Asuransi kan hanya menguntungkan agennya aja...
  4. Janji-janji agen muluk-muluk, padahal kenyataannya gak tau juga..
  5. Punya Asuransi, premi saya sekian, lho..., dapatnya? Aduh, lupa ya.... Nanti saya lihat dulu. Penting ya?
  6. Pikir-pikir dulu, deh, mending investasi tanah atau rumah....
  7. Beli emas lebih menguntungkan
Dulu sekali, waktu saya masih senang main-main, beli ini itu, dan lain-lain yang intinya sama, yaitu "Asuransi, gak dulu deh..." banyak tawaran Asuransi untuk saya, keluarga, dan orang tua saya, namun semua kami tolak. Sepertinya meng-"image" kan kematian, kecelakaan, pokoknya yang serem-serem.

Kini, namanya juga kehidupan, tentu ada perubahan ke arah yang lebih positif dalam cara pandang. Saya bertemu dengan orang-orang yang bahkan sangat berani berinvestasi, dengan modal sedikit, namun hasil besar. Ada juga praktisi-praktisi dan pengamat-pengamat keuangan yang melalui seminar-seminar dan buku-bukunya mengajari saya untuk memahami bahwa investasi masa depan penting.

Kantor PT Sun Life Financial of Canada sekitar tahun 1900

Untuk tangapan dari beberapa tanggapan yang kurang positif di atas...
  1. Sudah punya asuransi, tapi sehat terus? Ya, berbahagialah dan bersyukur karena kesehatan merupakan anugrah, selain melakukan pola hidup sehat, tentunya kesehatan adalah hal yang semua manusia normal ingin mendapatkannya. Tujuan asuransi kesehatan adalah mengantisipasi jika pemilik polis (tertanggung) suatu saat mengalami musibah sakit, sehingga kehilangan beberapa hari produktif untuk bekerja (mendapatkan income). Katakanlah jika sakit, maka income yang tidak jadi didapat dapat tergantikan oleh asuransi, dan mengurangi pengeluaran ekstra untuk biaya rumah sakit. Jika sehat terus? Ada uang pertanggungan yang tidak hilang dari asuransi kesehatan tersebut, yang kelak akan digunakan oleh ahli waris kita untuk mengurus segala keperluan pemakaman kita (misalnya), karena kita toh tidak hidup selamanya di dunia ini.
  2. Tidak percaya asuransi? Salah satu dari inti Asuransi adalah bisnis kepercayaan. Kita dapat memilih, memilah, dan menentukan perusahaan Asuransi mana yang memiliki predikat, kekuatan finansial yang baik, agen yang bisa Anda percaya, dan produk yang ditawarkan agar diteliti dan dimengerti sejelas-jelasnya.
  3. Menguntungkan agen? Ya. Asuransi menguntungkan Agen, makanya banyak agen asuransi yang menawarkan produknya. Namun dari sisi konsumen / nasabah, asuransi jelas lebih menguntungkan nasabah dari pada si agen. Katakanlah, agen mendapat komisi dari setiap polis yang dihasilkannya, anggaplah sebagai biaya pengurusan, namun apa yang didapatkan nasabah? Jaminan masa depan, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, dan sejumlah uang pertanggungan yang besar, yang tentu saja jika dibandingkan dengan komisi, pendapatan agen sangat sedikit. Seperti menabung di bank, ada biaya dan pemotongan bunga akibat pajak, begitu juga asuransi, ,ada biaya. Jika kita rela memberikan komisi pada bank, kenapa harus tidak rela memberi komisi pada agen dengan hasil investasi yang di dapat nasabah sangat baik?
  4. Janji muluk-muluk? Sekali lagi, kenali dengan benar perusahaan, program, dan agen. Anda tidak akan mendapatkan janji muluk-muluk jika ANDA tidak menginginkan hal yang muluk-muluk. Jika ANDA berpikir wajar mengenai pendapatan Investasi di Asuransi, Agen juga tidak akan "terpaksa" menjanjikan muluk-muluk. Kenali agen ANDA.
  5. Sudah punya asuransi tapi tidak mengerti benar apa yang di dapat? Jangan membeli asuransi berdasarkan paksaan agen, karena masa depan ANDA di tangan anda sendiri, bukan agen. Anda mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit untuk berasuransi, tentu sebaiknya ANDA tahu betul apa yang ANDA beli. Seperti ANDA membeli komputer, rumah, atau hal lain, tentu ANDA akan meneliti barang sebelum membeli. Perlakukanlah sama dengan membeli asuransi.
  6. Tanah, rumah, juga merupakan investasi yang dapat dipakai dan berguna kelak di kemudian hari. Begitu pula Asuransi, bahkan lebih penting menurut saya. Kenapa? Tanah, rumah, kendaraan, dan lain-lain merupakan barang pakai. Anda bisa memilikinya kapan saja jika anda mempunyai cukup dana. Namun Asuransi menyangkut jiwa ANDA, Jiwa yang tidak dapat ANDA beli seberapapun uang ANDA. Beli asuransi bukan berarti jiwa anda diselamatkan, bukan, melainkan ANDA memiliki proteksi terhadap jiwa ANDA terutama jika ANDA kehilangan Income untuk membeli rumah, tanah, dan lain-lain.
  7. Emas lebih menguntungkan? Ya, emas memang menguntungkan. Namun, saya hanya akan membeli emas jika saya sudah sangat berlebih penghasilan. Namun emas tidak dapat menggantikan Income ANDA jika ANDA sakit, kecuali ANDA menjual Emas tersebut, dan emas tersebut hilang karena ANDA jual. ANda tidak memilikinya lagi. Asuransi memproteksi ANDA, dan Asuransi tidak akan hilang sepanjang ANDA masih hidup, sehat atau tidak.
Jadi, tahap awal, selamat merenung, berpikir, berencana, membuat konsep, dan merealisasikannya.

Salam... :)


Read more...

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP