ASET dan ASURANSI

>> Saturday, May 2, 2009


Kita semua mengetahui bahwa mata uang memiliki nilai. Tetapi, bukan berarti bahwa hanya mata uang sajalah yang memiliki nilai, karena “Aset” pun memiliki nilai. Aset à sesuatu yang memiliki Nilai Ekonomi.




Aset memiliki sifat Tangible (dapat dilihat), dan InTangible (tidak dapat dilihat).




Tangible Aset adalah sesuatu yang dapat kita lihat, seperti seekor sapi, rumah, dan kendaraan untuk usaha, sedangkan In Tangible Aset adalah sesuatu yang tidak dapat kita lihat, seperti kemampuan, bakat, dan pengalaman seseorang. Misalnya seorang keterampilan seorang mekanik, keahlian seorang dokter, dan kepiawaian seorang pengusaha.




Asuransi bertujuan untuk melindungi nilai ekonomis dari aset-aset tersbut, baik tangibe maupun intangible.




TETAPI, aset-aset ini mungkin dapat hancur atau tidak dapat digunakan lagi karena sebuah kecelakaan atau sebuah kejadian yang tidak disengaja. Kecelakaan atau sebuah kejadian yang tidak diinginkan disebut Musibah.




Kebakaran, banjir, gempa bumi, wabah penyakit, kematian, dan lain-lain merupakan contoh musibah.




Kerusakaan atau kehancuran yang mungkin dapat disebabkan olehmusibah-musibah tersebut adalah Resiko yang dimiliki oleh Aset. Resiko à berarti adanya kemungkinan atau ketidakpastian kerugian atau kehancuran yang dialami oleh aset tersebut.




HIDUP MANUSIA merupakan sebuah aset yang dapat mendatangkan pendapatan. Aset ini juga menhadapi resiko seperti kematian, sakit, dan cacat yang disebabkan oleh sebuah kecelakaan. Resiko-resiko tersebut membuat seseorang TIDAK MAMPU memperoleh penghasilan, dan hal ini mengakibatkan pihak-pihak yang bergantung kepadanya (misalnya keluarga) mengalami kesulitan.




ASURANSI JIWA menyediakan perlindungan terhadap resiko-resiko tersebut. Di dunia yang penuh ketidakpastian ini, adakah cara lain untuk melindungi kita dari resiko-resiko tersebut?




Sebenarnya: mekanisme ASURANSI JIWA sangatlah sederhana, yakni: orang-orang yang menghadapi resiko yang sama sepakat untuk mengumpulkan sejumlah dana (premi) untuk disimpan. Lalu, kapanpun diantara mereka atau tanggungan mereka (Keluarga, misalnya) mengalami resiko, maka mereka akan diberikan kompensasi dari dana simpanan tadi.




Asuransi Jiwa adalah sebuah perjanjian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi. Perjanjian tersebut disebut Kontrak Asuransi Jiwa. Dan bentuk fisik kontrak antara pihak penanggung (insurer) dan pihak tertanggung (insured) disebut Polis Asuransi Jiwa.




Melalui perjanjian ini, pihak tertanggung/pemegang polis membayar sejumlah dana secara berkala yang disebut premi kepada pihak lain yang disebut pihak penanggung (Perusahaan Asuransi Jiwa)




Sebaliknya, pihak penanggung (Perusahaan Asuransi Jiwa), setuju untuk membayarkan sejumlah dana atau menyediakan jasa bila kejadian-kejadian yang di-cover (kecelakaan, sakit, atau kematian) muncul selama masa berlakunya polis.




Orang yang masih hidup dan sehat adalah objek polis asuransi jiwa, yang disebut pihak tertanggung (insured). Untuk produk tertentu, pihak penanggung sekaligus juga pihak penerima/ahli waris (beneficiary).




Untuk polis asuransi jiwa, pihak yang akan menerima pembayaran dari kematian pihak tertanggung adalah pihak penerima (ahli waris) yang ditentukan sendiri oleh pihak tertanggung.




Selamat berasuransi.


(referensi : pelatihan sertifikasi keagenan asuransi jiwa produk unit link)

Read more...

LANGKAH CERDIK : Usia 25 – 35 tahun

>> Saturday, January 31, 2009


Setiap resesi memang terasa tidak menyenangkan, dan mustahil mengatakan akan seperti apa perkembangan resesi kali ini. Kemungkinan yang paling mengerikan adalah kita semua akan mengalami kesengsaraan, tapi tanpa merasakan hasilnya.


 


Kita berada dalam fase akumulasi di usia ini. Mulai  menabung sekarang ini adalah masa yang tepat untuk kita. Yang terpenting adalah jumlah yang bisa kita tabung – dan mengembangkan kebiasaan pengelolaan uang yang baik akan berbuah di masa depan.


 


Targetkan untuk menyisihkan 20% penghasilan kita.


 


Pertama

 


Fokus pada pelunasan hutang, khususnya kartu kredit dengan dengan tingkat bunga yang tinggi. Jika mungkin, kita dapat meminta kreditur untuk memotong tingkat bunga kartu. Dalam kondisi seperti ini, kemungkinan kreditur lebih bersedia mendengar.


 


Kedua

 


Berinvestasi dalam asuransi unit-link, khususnya sekarang, ketika harga rendah. Dengan prospek kita yang masih panjang, kita akan mendapat untung dari kinerja jangka panjang bursa saham. Selain itu, kita memiliki proteksi berupa uang pertanggungan dari perusahaan  asuransi sebagai pengambil alih resiko jiwa kita.


 


Ketiga

 

Jika kita khawatir akan terkena PHK, kita dapat membuat dana darurat untuk setahun, atau jika tidak, kita dapat membuat persediaan dana tunai untuk enam bulan. Kita dapat membuka rekening tabungan yang terpisah untuk dana pensiun, pendidikan anak, dan atau mungkin untuk rumah pertama


 


Jika memungkinkan, kita dapat memaksimalkan tabungan pensiun. Kekacauan financial saat ini, menurut banyak penasihat, adalah peluang beli yang terjadi seumur hidup. Instrumen Investasi Unit-Link yang dimiliki perusahaan-perusahaan Asuransi di Indonesia memungkinkan kita untuk merencanakan pensiun kita dengan cara yang lebih mudah bagi kita yang tidak mau dipusingkan oleh masalah harga saham. Perusahaan asuransi akan mengalokasikan dana kita ke pasar-pasar yang direkomendasikan.


 


Untuk mencapai hasil yang maksimal kita dapat memilih profil investasi yang bersifat lebih  agresif, untuk kemudian diubah menjelang masa pensiun ke profil yang lebih moderat.


 

 


Dan yang terpenting sekarang adalah mulai merencanakan konsep untuk mengantisipasi krisis berkepanjangan, lalu merealisasikannya sesegera mungkin.




Read more...

Masih ada Peluang Investasi di tengah krisis global

>> Monday, January 19, 2009

Gejolak perekonomian dunia sekarang sangat menarik perhatian seluruh dunia, baik kalangan pebisnis maupun orang awam. Banyak dari kita yang kemudian merasa ragu dan takut untuk melakukan investasi.



Tidak dapat dipungkiri bahwa situasi perekonomian global akhir-akhir ini penuh dengan ketidakpastian. Berawal dari krisis subprime mortgage yang dimulai pada awal 2007, dampaknya tidak hanya dirasakan pada institusi keuangan raksasa di Amrik, tetapi juga oleh banyak Investor di Indonesia.



Menurut pakar ekonomi Faisal Basri di dalam seminarnya tentang “Ekonomi Pasar Sosial dan Krisis Ekonomi Global”, dalam keadaan krisis begini, tetap harus melakukan investasi, pada intinya, sebagai usaha bersama untuk mencapai masa depan perekonomian yang lebih baik. Namun itupun harus sesuai dengan karakter si Investor, instrumen investasi, dan lingkungan pasar.


Lalu, bagaimana langkah kita untuk menjadi investor untuk menghadapi masa krisis?



Bagi kita yang masih awam akan dunia investasi, ada beberapa tips untuk melakukan investasi di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini. Yaitu, kenali terlebih dahulu bagaimana profil resiko kita. Secara umum, ada 3 jenis profil resiko, yaitu Agresif, Moderat, dan konservatif.


  • Agresif. Tipe Investor ini menyukai pertumbuhan portofolio yang agresif, dan tidak terlalu khawatir terhadap fluktuasi jangka pendek/menengah. Tipe ini cocok untuk berinvestasi di pasar saham.
  • Moderat, berkarakterisitk lebih condong pada pertumbuhan portofolio yang stabil. Untuk karakter ini lebih cocok berinvestasi dalam instrument pendapatan tetap, baru sisanya pada saham.
  • Konservatif adalah tipe investor yang lebih mengutamakan pengembalian nilai investasi secara rutin tanpa ada fluktuasi pasar, dan menerima nilai investasi mereka dengan pasti walau kelak nilai investasi mereka akan mengalami penurunan.


Secara khusus, ada tambahan lain penentiuan profil investasi yang lebih spesifik, yaitu Ekstra-Agresif, Ekstra-Dinamik, Esktra-Prima, dan Ekstra-Progresif.



Profil resiko pada umumnya dapat ditentukan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan pilihan yang disediakan.


Setelah mengetahui profik resiko kita, masih ada lagi hal-hal yang perlu diperhatikan oleh setiap investor di masa-masa yang tak menentu ini, 3 hal, yaitu melakukan investasi jangka panjang, diversifikasi, dan mencicil.


Investasi jangka panjang


Dalam jangka pendek, 1-5 tahun misalnya, pergerakkan nilai investasi terutama di pasar saham bisa saja sewaktu-waktu menurun. Namun dalam jangka panjang, missal 7 tahun atau lebih, pergerakkan nilai investasi cenderung mngikuti pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi. Maka dari itu, jika kondisi market tiba-tiba drop, investor dianjurkan untuk tetap tenang.


Diversifikasi


Setiap investor, selain harus mengetahui profil resiko yang dimiliki, juga harus melakukan diversifikasi investasi, seperti kata pepatah, “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”.


Contoh, jika kita memiliki profil resiko agresif, maka kita perlu menyebar investasi di berbagai macam saham. Cara termudah adalah dengan membeli produk Unit-Link, dimana manajer investasi akan secara otomatis menginvestasikan dana kita di berbagai macam saham di sejumlah sektor untuk menyebar resiko investasi sehingga nilai investasi tidak turun secara signifikan bila terjadi gejolak di salah satu sektor.


Mencicil


Yang dimaksud dengan mencicil adalah berinvestasi tidak secara langsung dengan modal besar, melainkan secara pertahun, persemester, pertigabulan atau bahkan perbulan. Keuntungan sistem mencicil (Rupiah Cost Averaging) dalam keadaan pasar yang tidak menentu ini adalah kita dapat memanfaatkan keadaan pasar yang sedang turun untuk tetap berdisiplin membeli unit investasi di tingkat harga yang lebih murah. Dengan demikian, pada saat pasar membaik kembali, kita akan mendapat keuntungan tambahan, yaitu mengeluarkan modal yang relatif kecil, namun mendapatkan keuntungan yang prosentasenya sama dengan investasi besar, dan kerugian yang lebih sedikit jika kondisi pasar menurun



Bagaimana cara yang lebih mudah untuk berinvestasi, mengingat begitu banyak instrument investasi yang harus selalu diawasi perkembangannya, jika kita sudah cukup sibuk dengan pekerjaan sehari-hari?



Ada produk khusus, yaitu Unit-Link yang fitur-fiturnya sesuai dengan kriteria yang disebutkan tadi. Unit-Link adalah program gabungan antara Asuransi dan Investasi, dimana dengan berasuransi, kita juga melakukan investasi yang kelak hasil investasinya dapat kita pergunakan sesuai dengan rencana kita, dan serta kita memiliki proteksi terhadap investasi kita dan diri kita sendiri, agar hasil investasi kita dapat lebih maksimal untuk kita dan keluarga kita.


Sun Life financial Indonesia, selain memiliki asuransi murni, juga memiliki produk Unit-Link yang terbukti sangat digemari masyarakat.


Apa keunggulan Produk Unit-Link PT Sun Life Financial Indonesia?


Program Unit-Link PT Sun Life Financial Indonesia dikenal dengan nama “Brillance”, memungkinkan nasabah memilih profil Investasi yang lebih banyak, yaitu ada 7 (Tujuh) profil resiko investasi.


Premi Brilliance terbagi akan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu premi Asuransi Berkala dan Premi Investasi berkala. Premi asuransi berkala pada tahun pertama akan dialokasilan 95% untuk uang pertanggungan, dan premi Asuransi tahun berikutnya hanya 5% untuk uang pertanggungan, kelebihannya dialokasikan pada Premi Investasi berkala. Dengan demikian, premi Investasi di tahun ke-2 dan seterusnya akan mengalami kenaikkan (tanpa merubah total premi pertahun yang rencananya dibayarkan, sehingga hasil investasi akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk Unit-Link lainnya.


Apakah PT Sun Life Financial Indonesia merupakan anak perusahaan Sun Life and co. di Kanada?


PT Sun Life Financial Indonesia merupakan anak perusahaan Sun Life & co di Kanada, namun keduanya adalah badan hokum yang terpisah. Sun Life Kanada hanya sebagai pemegang saham PT Sun Life Financial Indonesia. Sebagai pemegang saham, Sun Life & co Kanada perlu menambah modal PT Sun Life Financial Indonesia jika diperlukan. Namun, karena PT Sun Life Financial Indonesia berada di bawah naungan DEPKEU RI, maka Sun Life & co Canada tidak berhak mencabut asset-aset yang sudah diberikan kepada PT Sun Life Financial Indonesia tanpa seijin DEPKEU RI.



Berapa dana yang kita butuhkan untuk mulai melakukan Investasi?



Program Brilliance membuka kesempatan bagi kita untuk berinvestasi dengan modal yang sangat kecil yaitu Rp.1.500.000,- pertahun, dengan masa mencicil minimal adalah 2 tahun. Tentu saja, jumlah premi dan masa mencicil akan mempengaruhi hasil investasi kita. Jika kita belum memiliki Unit-Link, tunggu apa lagi?

Selamat berinvestasi.

Read more...

Tanggapan kurang positif terhadap Asuransi Jiwa

>> Monday, December 29, 2008

Dari beberapa blog, posting, forum, dan diskusi di internet, saya menemukan beberapa hal seputar pandangan mengenai asuransi. Blog, posting, forum dan diskusi tersebut berada di seputar kita, di Indonesia, yang dikemukakan oleh orang-orang Indonesia, calon penerus bangsa kelak.

Beberapa tanggapan mengenai asuransi yang mereka kemukakan:
  1. Sudah punya asuransi, tapi kok saya sehat terus, jadi nggak berguna dong, asuransinya...
  2. Nggak percaya, bro..., asuransi? Nggak deh!
  3. Asuransi kan hanya menguntungkan agennya aja...
  4. Janji-janji agen muluk-muluk, padahal kenyataannya gak tau juga..
  5. Punya Asuransi, premi saya sekian, lho..., dapatnya? Aduh, lupa ya.... Nanti saya lihat dulu. Penting ya?
  6. Pikir-pikir dulu, deh, mending investasi tanah atau rumah....
  7. Beli emas lebih menguntungkan
Dulu sekali, waktu saya masih senang main-main, beli ini itu, dan lain-lain yang intinya sama, yaitu "Asuransi, gak dulu deh..." banyak tawaran Asuransi untuk saya, keluarga, dan orang tua saya, namun semua kami tolak. Sepertinya meng-"image" kan kematian, kecelakaan, pokoknya yang serem-serem.

Kini, namanya juga kehidupan, tentu ada perubahan ke arah yang lebih positif dalam cara pandang. Saya bertemu dengan orang-orang yang bahkan sangat berani berinvestasi, dengan modal sedikit, namun hasil besar. Ada juga praktisi-praktisi dan pengamat-pengamat keuangan yang melalui seminar-seminar dan buku-bukunya mengajari saya untuk memahami bahwa investasi masa depan penting.

Kantor PT Sun Life Financial of Canada sekitar tahun 1900

Untuk tangapan dari beberapa tanggapan yang kurang positif di atas...
  1. Sudah punya asuransi, tapi sehat terus? Ya, berbahagialah dan bersyukur karena kesehatan merupakan anugrah, selain melakukan pola hidup sehat, tentunya kesehatan adalah hal yang semua manusia normal ingin mendapatkannya. Tujuan asuransi kesehatan adalah mengantisipasi jika pemilik polis (tertanggung) suatu saat mengalami musibah sakit, sehingga kehilangan beberapa hari produktif untuk bekerja (mendapatkan income). Katakanlah jika sakit, maka income yang tidak jadi didapat dapat tergantikan oleh asuransi, dan mengurangi pengeluaran ekstra untuk biaya rumah sakit. Jika sehat terus? Ada uang pertanggungan yang tidak hilang dari asuransi kesehatan tersebut, yang kelak akan digunakan oleh ahli waris kita untuk mengurus segala keperluan pemakaman kita (misalnya), karena kita toh tidak hidup selamanya di dunia ini.
  2. Tidak percaya asuransi? Salah satu dari inti Asuransi adalah bisnis kepercayaan. Kita dapat memilih, memilah, dan menentukan perusahaan Asuransi mana yang memiliki predikat, kekuatan finansial yang baik, agen yang bisa Anda percaya, dan produk yang ditawarkan agar diteliti dan dimengerti sejelas-jelasnya.
  3. Menguntungkan agen? Ya. Asuransi menguntungkan Agen, makanya banyak agen asuransi yang menawarkan produknya. Namun dari sisi konsumen / nasabah, asuransi jelas lebih menguntungkan nasabah dari pada si agen. Katakanlah, agen mendapat komisi dari setiap polis yang dihasilkannya, anggaplah sebagai biaya pengurusan, namun apa yang didapatkan nasabah? Jaminan masa depan, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, dan sejumlah uang pertanggungan yang besar, yang tentu saja jika dibandingkan dengan komisi, pendapatan agen sangat sedikit. Seperti menabung di bank, ada biaya dan pemotongan bunga akibat pajak, begitu juga asuransi, ,ada biaya. Jika kita rela memberikan komisi pada bank, kenapa harus tidak rela memberi komisi pada agen dengan hasil investasi yang di dapat nasabah sangat baik?
  4. Janji muluk-muluk? Sekali lagi, kenali dengan benar perusahaan, program, dan agen. Anda tidak akan mendapatkan janji muluk-muluk jika ANDA tidak menginginkan hal yang muluk-muluk. Jika ANDA berpikir wajar mengenai pendapatan Investasi di Asuransi, Agen juga tidak akan "terpaksa" menjanjikan muluk-muluk. Kenali agen ANDA.
  5. Sudah punya asuransi tapi tidak mengerti benar apa yang di dapat? Jangan membeli asuransi berdasarkan paksaan agen, karena masa depan ANDA di tangan anda sendiri, bukan agen. Anda mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit untuk berasuransi, tentu sebaiknya ANDA tahu betul apa yang ANDA beli. Seperti ANDA membeli komputer, rumah, atau hal lain, tentu ANDA akan meneliti barang sebelum membeli. Perlakukanlah sama dengan membeli asuransi.
  6. Tanah, rumah, juga merupakan investasi yang dapat dipakai dan berguna kelak di kemudian hari. Begitu pula Asuransi, bahkan lebih penting menurut saya. Kenapa? Tanah, rumah, kendaraan, dan lain-lain merupakan barang pakai. Anda bisa memilikinya kapan saja jika anda mempunyai cukup dana. Namun Asuransi menyangkut jiwa ANDA, Jiwa yang tidak dapat ANDA beli seberapapun uang ANDA. Beli asuransi bukan berarti jiwa anda diselamatkan, bukan, melainkan ANDA memiliki proteksi terhadap jiwa ANDA terutama jika ANDA kehilangan Income untuk membeli rumah, tanah, dan lain-lain.
  7. Emas lebih menguntungkan? Ya, emas memang menguntungkan. Namun, saya hanya akan membeli emas jika saya sudah sangat berlebih penghasilan. Namun emas tidak dapat menggantikan Income ANDA jika ANDA sakit, kecuali ANDA menjual Emas tersebut, dan emas tersebut hilang karena ANDA jual. ANda tidak memilikinya lagi. Asuransi memproteksi ANDA, dan Asuransi tidak akan hilang sepanjang ANDA masih hidup, sehat atau tidak.
Jadi, tahap awal, selamat merenung, berpikir, berencana, membuat konsep, dan merealisasikannya.

Salam... :)


Read more...

Asuransi, YA atau TIDAK..., Sekarang atau Nanti ?

>> Thursday, December 25, 2008


Untuk kesekian kalinya...., krisis melanda Indonesia. Kali ini sebagai dampak dari krisis global, dimana di segala sektor mengalami resesi.

Berdasarkan pengalaman tahun 1998, dimana pada saat itu banyak Industri dan usaha mengalami paillit, ada beberapa industri yang berhasil lolos dari cengkraman krisis, diantaranya Industri kecil, Industri rumah tangga, dan Industri Asuransi. 

Asuransi, pada saat ini membuktikan keberadaan dirinya, dengan melakukan pembayaran-pembayaran klaim. Entah itu asuransi huru-hara, kendaraan, rumah, dan asuransi jiwa. Seluruh perusahaan Asuransi membuktikan komitmennya, yaitu mengganti kerugian akibat kehilangan harta benda, dan untuk Asuransi Jiwa, memberikan santunan kepada sanak keluarga yang kehilangan orang-orang yang dikasihinya.

Sekarang adalah saat yang paling tepat untuk membuka Asuransi, bagi pendidikan anak, pensiun, proteksi, kesehatan, dan lain-lain yang berkenaan dengan jaminan masa depan. Karena apa saya bialg demikian? Karena di masa yang serba sulit ini, dengan banyak hal yang semakin tidak pasti, tentunya hanya kita sendirilah yang dapat menolong hidup kita. Kitalah yang harus berusaha untuk kenyamanan dan jaminan hidup kita sendiri dan keluarga (anak-anak) kita.

Sekarang ini, masih banyak sekali orang yang saya temui untuk berbicara asuransi langsung merubah nada bicara dan raut muka "Tidak" atau "Kabur"...

Well, seharusnya tidak demikian cara yang positif untuk menyambut masa depan. Kita kerap mengkritik pemerintah tidak memedulikan rakyat, kerap menyalahkan pihak-pihak yang merugikan kita, kerap menyalahkan perusahaan yang menggaji kita kecil atau tak kunjung naik, kaita mengeluh karena kenaikkan penghasilan tidak sebanding dengan kenaikkan harga bahan pokok...

Alangkah baiknya jika kita terus bekerja, dengan penuh dedikasi membangun diri sendiri, dan memiliki jaminan untuk diri sendiri, dan terlebih lagi berusaha untuk maju dan lolos dari segala masalah kita, tanpa perlu mengucapkan atau memikirkan perkataan-perkataan protes yang sebenarnya memang tidak ada gunanya, karena toh, tidak didengar.

Kembali ke jaminan hidup kita di masa depan, saya bicara mengenai Asuransi, Asuransi, dan Asuransi. Asuransi merupakan investasi jangka panjang, yang hasilnya kita sendiri yang merencanakan dari awal. Asuransi terbukti telah menolong banyak orang, tinggal bagaimana kita memilih, asuransi seperti apa yang sesuai dengan harapan kita. Asuransi, dapat menjadi salah satu penolong bagi kita dan keluarga, kelak.

Sungguh, mulailah berasuransi....


Read more...

Bagaimana Cara Memilih Asuransi

>> Monday, December 22, 2008


Bingung dengan berbagai penawaran Asuransi? Ada yang bilang, Asuransi Lokal lebih baik dari pada Asuransi Lokal Plus (Yaitu Asuransi yang pusatnya di Manca Negara), ada yang bilang Asuransi Murni lebih aman dibandingkan dengan Unit Link, dan lain-lain.

Berikut Tips-tips memilih Asuransi, secara program, Perusahaan, dan Agen Asuransi.

Berdasarkan Program

Sekali lagi, setelah ANDA meng-"konsep" perencanaan masa depan ANDA, ANDA tentu harus merealisasikannya. Setelah konsep ANDA selesai, maka mulailah  hunting Asuransi, dengan pertimbangan-pertimbangan:
  1. Program tersebut mencakup semua kebutuhan ANDA, misal jika ANDA hanya membutuhkan dana hari tua, maka hanya program itulah yang ANDA beli,  jika ANDA menginginkan biaya rumah sakit, pendidikan Anak ANDA, dan lain-lain, pastikan, ANDA mengerti dengan jelas, kemana alokasi premi ANDA.
  2. Jika ANDA belum memiliki asuransi sama sekali, maka Program tersebut dapat mengcover  biaya rumah sakit ANDA sekeluarga hanya dalam satu Polis
  3. Memiliki hasil Investasi yang baik (cukup besar untuk mengikuti inflasi di kemudian hari)
  4. Aman
  5. Sesuai dengan kemampuan ANDA dalam pembayaran Premi.
Berdasarkan Perusahaan
  1. Perusahaan sudah lama berdiri, dan memiliki banyak cabang (kalau perlu sampai di manca negara), untuk mempersempit kemungkinan collapse.  Semakin banyak cabang, tentu semakin banyak nasabah, dan semakin kuat juga perusahaan tersebut. Kita ambil contoh kasus yang baru-batu terjadi pada perusahaan Asuransi raksasa di Amerika, anak-anak perusahaan tersebut di Asia tetap baik dalam pelayanan, kekuatan finansial, dan tidak terjadi rush berlebihan.
  2. Perusahaan memiliki lisensi dari AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), dan sudah lama berdiri di Indonesia.
  3. Perusahaan memiliki RBC (Risk Base Capital) sesuai ketentuan pemeritah, yaitu 120%. Jika perusahaan memenuhi kriteria tersebut, maka di mata pemerintah, perusahaan tersebut sehat secara finansial yang memiliki kemampuan untuk menanggung resiko nasabah. Sun Life FinanciaL Indonesia memiliki RBC lebih dari 250%.
  4. Perusahaan memiliki banyak sarana investasi, baik program Unit Link dengan alokasi dana di banyak piliuhan, maupun Asuransi Murni yang dijamin 100%. Program Unit Link Sun Life mengalokasikan dana pada 7 jenis investasi,yang dapat nasabah pilih sendiri menurut profil resiko masing-masing nasabah (disediakan kuesioner pada saat pengajuan program), dan memiliki berbagai ragam program Asuransi Murni yang nilainya dijamin.
Berdasarkan Agen / Financial Consultant
  1. Agen memiliki lisensi keagenan dari AAJI, mintalah menunjukkan lisensi asli tersebut jika ANDA ragu
  2. Agen mau mendengarkan dan merencanakan konsep bagi ANDA sesuai dengan yang ANDA inginkan, dan tidak memaksakan kehendak Agen tersebut
  3. Agen tidak membuat perbandingan yang negatif mengenai perusahaan Asuransi lain
  4. Agen memiliki Asuransi dari perusahaan yang dibawanya. Dengan demikian agen percaya pada perusahaan, sehingga ANDA boleh yakin bahwa agen merekomendasikan perusahaan yang memang benar-benar agen percayakan masa depannya. Mintalah menunjukkan polis agen tersebut.
Selamat memilih Asuransi.

Salam Konsep,
Firsty Relia Renata,ST


Read more...

52 Cara sederhana membangun Harga Diri dan Kepercayaan Diri Anak

>> Saturday, December 20, 2008


Menjadi Orang tua adalah pekerjaan yang sulit. Sepertinya banyak sekali tuntutan kita kepada anak, dan harapan-harapan kita terhadap anak sehingga kadang kita “memaksa” anak melakukan apa yang kita inginkan, tanpa memandang, apakah anak sudah siap atau belum.

Buku ini diterjemahkan oleh Eshter S. Mandjani, terbitan Interaksa Batam. Saya tidak menyalin buku ini, baik secara keseluruhan ataupun poin per poin, namun mengulas 3 poin  yang penting dan relevan dengan kepentingan masa depan anak

Tanpa bermaksud untuk tidak mementingkan poin-poin yang lain yang terdapat dalam buku ini, Tiga poin yang akan saya bahan disini adalah poin ke-20, yaitu Kekuatan dalam berkat, Poin ke-41, Pastikan anak Anda memiliki tabungan, dan Poin ke-46, yaitu beri anak ANDA warisan.

  • Poin 20: Kekuatan dalam berkat

Langkah besar dalam perkembangna diri anak ANDA akan muncul bila ia mampu dengan spontan dan murah hati memuji, “memberkati” atau menunjukkan penghargaan bagi orang lain. Inti ia berbuat demikian adalah bahwa “aku berharga”, aku tidak takut bahwa memuji, menghargai, atau mengakui keberhasilan orang lain, akan menghancurkan nilai diriku sendiri.

 Anda tidak dapat mendikte tingkah laku spontan seperti itu kepada anak ANDA, tetapi anda dapat mengamatinya dan memujinya bila ia melakukan hal itu. Contohilah tingkah laku yang ANDA ingin ia lakukan, bermurni hatilah dalam memuji, maka iapun akan berbuat demikian terhadap lingkungannya kelak. Doronglah anak ANDA untuk mengatakan  pada ANDA sesuatu yang baik yang dikatakan atau dilakukan orang lain.

  • Poin 41 : Pastikan anak ANDA memiliki tabungan.

Kami memiliki 2 celengan, yang satu adalah untuk lembaga affiliasi kami, sedangkan yang satu berisi uang pribadi anak saya. Ia tau, jika ia menerima uang lima ratus rupiah warna kuning, ia akan segera memasukkannya ke dalam celengan pribadinya, sedangkan uang Lima ratus rupiah putih, akan ia masukkan ke dalam celengan ayam yang dibagikan lembaga affiliasi kami kepada masing-masing anak untuk disumbangkan.

 Menabung secara teratus mengajari anak menunda keinginan. Anak saya menginginkan otopet pada suatu hari, dan kami mengijinkannya dengan syarat tabungan miliknya sudah penuh. Ia rajin menabung, bahkan tidak lagi minta jajanan, karena ingin otopet. Setelah tabungannya penuh (walaupun masih kurang untuk membeli otopet), kami membukanya dan membelikannya. Ia menghargai otopetnya, kerena ia membelinya sendiri dari tabungannya. Kami mengajarinya disiplin dengan uang.

Saya mengajarinya ke BANK, dan duduk di kursi nasabah untuk menyetor sendiri uangnya, dan ia menerima lembaran bukti setoran. Ia bangga dengan satu kantong plastic uang lima ratusan kuning, dan tellernya pun berkata, “bulan depan dating lagi, ya…” Anak saya senang, ia merasa berharga.

  • Poin 46: Beri anak Anda warisan

Tinggalkan sesuatu untuk anak ANDA. Seorang anak yang menerima warisan adalah seorang anak yang tahu bahwa orang tuanya berpikir tentang masa depannya, mempertimbangkan perasaannya, dan menyatakan cinta mereka padanya bahkan setelah mereka meninggal. Seorang anak yang tidak termasuk dalam daftar warisan orang tuanya akan merasakan  nyeri yang benar-benar tidak dapat dilenyapkan, yaitu bahwa orang tuanya tidak memperdulikannya.

Warisan tidaklah harus berupa uang, bias berupa barang-barang pusaka, rumah, atau sesuatu yang bernilai lainnya dalam artian secara emosional, bukan secara materi.

Namun, perencanaan secara materipun diperlukan, karena anak-anak tetap harus maju jika orang tua meninggal. Maka, rencanakanlah ! Putuskan apa yang akan ANDA tinggalkan bagi anak-anak ANDA.

 

Read more...

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP